fcb.portal.reset.password
Perayaan sebagai juara Liga di Ciutat Valencia

Perayaan juara Liga 2010/11 di Ciutat de València. FOTO: MIGUEL RUIZ-FCB.

Barça akan melawan Levante pada hari minggu atau senin dini Indonesia dan telah memenangkan dua Liga melawan mereka dan Emociones muy muy fuertes han vivido los culés en los últimos tiempos en el Ciudad de Valencia, donde regresa el domingo. Contra el Levante, el Barça ha ganado dos Ligas y ha alcanzado un punto culminante de su modelo, basado en la cantera. Berikut adalah empat momen yang tak terlupakan saat duel melawan Lefante:

Musim 1964/65: Sebuah kemenangan tak terduga (5-1)
Pada jornada ke-5 di musim Liga 1964/65 membawa sebuah kemenangan yang tak terduga untuk Levante, disaat Barça sedang mengalami kemunduran. Torrents, Wanderley (2) dan Serafín (2) membuat gol dan merupakan satu-satunya kemenangan ‘granota’ hingga saat ini melawan Barça di Liga.


Musim 2004/05: Liga pertama di jaman Rijkaard (1-1)
Levante berada diantara top tim hanya pada akhir dekade. Tapi, sejak itu, Ciutat de Valencia telah menyaksikan Barça memenangkan Liga sebanyak dua kali disana. Yang pertama di tahun 2005. Sebuah gol dari Eto'o cukup bagi FCB secara matematik mengangkat trofi.


Musim 2010/11: Liga terakhir dari jaman Guardiola (1-1)
Cerita terulamng kembali setelah enam tahun berlalu. Barça kembali membutuhkan satu poin untuk keluar sebagai juara di Ciutat Valencia pada jornada ke-36. Sebuah gol dari Seydou Keita cukup bagi tim yang diasuh oleh Pep Guardiola untuk menjadi juara Liga ketiga kalinya secara berturut-turut.


Musim 2012/13: Dengan 11 pemain dari La Masia di lapangan (0-4)
Musim lalu juga mencatakan sebuah momen penting di lapangan Levante. Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, Barça dengan kesebelasan yang kesemuanya berasal dari La Masia dalam satu pertandingan resmi. Mereka adalah: Valdés, Montoya, Piqué, Puyol, Alba, Busquets, Xavi, Cesc, Iniesta, Messi dan Pedro yang saat itu dipilih oleh Tito Vilanova.

Kembali keatas