fcb.portal.reset.password

Tahun 2006 Barça merayakan titel Liga di lapangan Celta / FOTO: MIGUEL RUIZ-FCB

Meskipun terdengar agak aneh, tapi FC Barcelona bisa diyatakan sebagai juara Liga secara matematis tanpa bermain. Hal ini dapat terjadi rabu ini jika Madrid tidak menang di kandang sendiri melawan Málaga atau hari sabtu jika dikalahkan di Cornellà-El Prat. Jika di kedua pertandingan, si tim putih menang, maka Barça bisa memenangkan titel dengan kemenangan di lapangan Vicente Calderón. Dalam hal apapun, tim membutuhkan dua poin lagi untuk mengamankan gelar juara.

Dua sebelumnya

Pada titik ini, pencapaian titel titdak tergantung kepada FC Barcelona. Bukan pertama kalinya hal tersebut terjadi. Pada tahun 1991 tim yang dipimpin oleh Johan Cruyff mengangkat pertama kalinya dari empat Liga secara berturut-turut yang dimenangkan berkat kekalahan dari Atlético Madrid di lapangan Real Sociedad (2-1). Masih ada empat pertandingan tersisa yang harus dimainkan dan menariknya, satu hari sebelumnya Barça telah jatuh 4-0 di Cádiz.

Pada tahun 2009, terjadi hal yang hampir sama. Tiga pertandingan sebelum akhir dari Liga, Madrid kalah 3-2 dari Villarreal dan titel jatuh ke tangan Barça, yang satu hari sebelumnya bermain di Mallorca (2-1).

Champion saat istirahat
 
Pada tahun 2006 gelar titel dimenangkan bahkan lebih aneh lagi.  FC Barcelona sedang turun istirahat dan pada saat yang bersamaan diketahui Mallorca mengalahkan si posisi kedua klasemen,Valencia. Kemenangan dari Mallorca tersebut memberikan titel Liga untuk Barça,apapun hasil dari pertandingan mereka, yang akhirnya mengalahkan Celta dalam hitungan detik (0-1)

Rabu ini, atau sabtu, hal tersebut dapat terjadi lagi. Akan menjadi yang ke-22 untuk klub azulgrana.

Kembali keatas