null

Luis Enrique, di bangku pelatih di Camp Nou / FOTO: MIGUEL RUIZ-FCB

Lahir di Gijón pada tanggal 8 Mei 1970, Luis Enrique menjadi manajer Barça pada Mei 2014, menggantikan Tata Martino, setelah sebelumnya menjadi pelatih Celta Vigo

Pada umur 36 tahun, ia menjadi pelatih sepak bola mengikuti jejak nama-nama seperti Josep Guardiola, Guillermo Amor, Albert Ferrer, dan Sergi Barjuán. Pada Juni 2008, ia mengambil alih Barça Athletic, nama sebelumnya dari Barça B. Tim yang sebelumnya berada di Divisi ketiga naik tingkat menjadi Divisi Kedua. Ia mengambil alihnya dari Pep Guardiola, yang berpindah menjadi pelatih tim utama bersama dengan Tito Vilanova.

Lucho (nama panggilannya) meraih banyak kesuksesan sebagai pelatih Barça B. Pada musim 2008/09 mereka berakhir di peringkat kelima pada Divisi kedua B, walaupun mereka tidak mencapai kenaikan tingkat, yang akhirnya dicapai pada musim berikutnya berkat pemain seperti Sergi Roberto, Marc Bartra, Martin Montoya, Thiago Alcantara, dan Jonathan Soriano. Dengan pemain-pemain tersebut, mereka mencapai posisi kedua dan juga naik tingkat ke Divisi Kedua A, mengalahkan tim Jaen dan San Andreu dalam permainan play-offs.

Masa-masa kejayaan datang pada musim 2010/11, ketika Luis Enrique mencapai posisi tertinggi sepanjang sejarah Barça B pada divisi kedua, dengan 71 poin (20 menang, 11 seri dan 11 kalah) berada di posisi ketiga pada kompetisi Liga dibelakang Betis dan Rayo Vallecano, yang keduanya naik tingkat ke Divisi Utama dan diatas Granada, yang juga naik tingkat pada musim tersebut.

Setelah pencapaian tersebut, pria kelahiran Asturia ini memutuskan untuk mencoba keberuntungannya dengan sebuah lompatan keluar negeri dengan menjadi pelatih AS Roma, salah satu tim yang paling penting di 'calcio', dimana ia bertemu dengan Bojan Krkic, yang saat itu dipinjamkan oleh Barça. Ia mengakhiri musim tersebut di peringkat ketujuh , dan tereliminasi pada semifinal Piala Italia dan fase kualifikasi untuk Liga Eropa 2011/12.

Setelah satu musim tanpa melatih, di musim 2013/14, Luis Enrique kembali ke dunia persepakbolaan Spanyol dengan menjadi manajer Celta Vigo, dimana ia bertemu dengan Rafinha, yang dipinjamkan oleh FC Barcelona dan juga Nolito serta Fontàs, pemain eks Barça. Musim tersebut, Lucho cukup memberikan hasil yang memuaskan: Celta berakhir di posisi kesembilan la Liga dan ia mendapat pujian dari semua orang atas metode pelatihannya yang kuat dan juga karakter untuk menang.

Musim pertama 2014,15, tahun pertamanya di FC Barcelona, menjadi awal yang gemilang. Semangat kompetitif dari pelatih asal kota Asturias ini ditransmisikan secara lengkap kepada para pemain blaugrana, yang berhasil menaklukan kemenangan treble untuk kedua kalinya sepanjang sejarah Klub. Di Liga, Barça diproklamirkan sebagai juara dengan perbedaan 2 poin diatas tempat kedua, Real Madrid; di Copa del Rey, behasil mengalahkan Athletic Club di final dengan sor 3-1; sedangkan di Liga Champions berhasil memenangkan final melawan Juventus (3-1).

Sebagai pemain sepak bola, Luis Enrique pernah bermain untuk Xeitosa dan La  Braña, dan di karier profesionalnya ia bermain untuk Sporting dan Real Madrid sebelum akhirnya bermain untuk FC Barcelona pada musim panas 1996 dengan Bobby Robson sebagai manajer. Lucho berpindah dari Bernabeu ke Camp Nou, tapi adaptasinya dengan Klub sangatlah cepat sehingga ia menjadi salah satu pemain yang paling dicintai oleh fans Barça . Luis Enrique, yang pernah menjabat sebagai kapten, bermain untuk Barça hingga tahun 2004, dan berkesempatan bermain dengan para pemain yang hingga kini masih berada di tim, seperti Xavi Hernandez dan Andres Iniesta